AKU RELA DIPENJARA ASALKAN BERSAMA BUKU, KARENA DENGAN BUKU AKU BEBAS "MOHAMMAD HATTA"

Kamis, 30 Maret 2017

DETIK-DETIK WAFATNYA RASULULLAH SAW


Inilah bukti cinta yang sebenar-benarnya tentang cinta, yang telah di contohkan Allah swt melalui kehidupan Rasul kekasih-Nya :

Pagi itu meski langit mulai menguning di ufuk timur, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayapnya Rasulullah saw dengan suara lemah memberikan khutbah terakhirnya “Wahai umatku, kita semua berada dalam kekuasaan Allah swt dan cinta kasih-Nya, maka taat dan bertakwalah kepada-Nya. Ku wariskan dua perkara pada kalian, Alquran dan Sunnahku, barang siapa mencintai sunnahku berarti mencintaiku, dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan masuk surga bersama-samaku”
Kuthbah singkat itu di akhiri dengan pandangan mata Rasul yang tenang menatap sahabatnya satu persatu. Abu bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca ,Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatya sudah tiba. Rasulullah saw akan meiggalkan kita semua, keluh hati semua sahabat kala itu.

Manusia tercinta itu hampir selesai menunaikan tugasnya didunia, tanda-tanda itu semakin kuat ketika Ali dan Fadhal dengan cerdas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Dikala itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir disana pasti akan menahan detik-detik berlalu.

Matahari kian tinggi dan pintu rumah Rasulullah saw masih tertutup, sedangkan didalamnya Rasulullah saw sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tapi tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam “Bolehkah saya masuk?” tanyanya

Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk “Maafkanlah, Ayah saya sedang demam” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya “Siapakah itu anakku?”

“Tak tahulah ayah, orang itu sepertinya baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut

Lalu Rasulullah saw menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan, seolah bagian demi bagian wajah anaknya itu hendak di kenang “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan didunia, dialah malaikat maut” Kata Rasulullah saw

Fatimah menahan ledakan tangisnya, malaikat maut telah dating menghampiri, Rasulullah saw pun menanyakan kenapa Jibril tidak menyertai nya. Kemudian di datangkanlah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah swt dan penghulu dunia ini “Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan allah?” Tanya Rasulullah saw dengan suara yang amat lemah

“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu, semua pintu syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu” Kata Jibril

Tapi semua penjelasan Jibril itu tidak membuat Rasulullah saw lega, matanya masih penuh kecemasan dan tanda Tanya “Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” Tanya Jibril lagi

“Kabarkan padaku bagaiman nasib umatku kelak sepeninggalku?” Tanya Rasulullah saw

“Jangan khawatir wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku ‘‘Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhamad telah berada didalamnya” Kata Jibril meyakinkan

Detik-detik kian dekat saatnya Izrail melakukan tugasnya, perlahan-lahan ruh Rasulullah saw ditarik, tampak seluruh tubuh Rasulullah saw bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang “Jibril, betapa sakitny sakaratul maut ini” Perlahan terdengar desisan suara Rasulullah saw mengaduh

Fatimah hanya mampu memejamkan matanya, sementara Ali yang duduk disampingnya hanya menundukan kepala semakin dalam, Jibrilpun memalingkan muka “Jijikkah engkau melihatku, sehingga engkau palingkan wajahmu wahai Jibril?” Tanya Rasulullah pada malaikat pengantar wahyu itu.

“Siapakah yang sanggup melihat kekasih Allah direnggut ajal” kata Jibril sambil terus berpaling

Sedetik kemudian terdengar Rasulullah saw memekik karena kesakitan yang tidak tertahankan lagi “Ya Allah, dahsyat sekali maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku” Pinta Rasulullah saw pada Allah swt

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi, bibirnya seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali pun segera mendekatkan telinganya “Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat, dan peliharalah orang-orang yang lemah di antaramu”

Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di mukanya dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah saw yang mulai kebiruan.

“Ummati, ummati, ummati?” Bisik Rasulullah melemah

Dan berakhirlah hidup manusia sempurna yang member sinar kemuliaan iu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?, Allahuma Sholi ‘ala Muhamad wa Ali muhamad. Betapa cintanya Rasulullah saw kepada kita. baca PROFIL RASULULLAH KLIK DISINI




 I LOVE MY PROPHET MUHAMMAD SAW 💓



Tidak ada komentar:

Posting Komentar