AKU RELA DIPENJARA ASALKAN BERSAMA BUKU, KARENA DENGAN BUKU AKU BEBAS "MOHAMMAD HATTA"

Sabtu, 18 Maret 2017

APAKAH KISTA RAHIM BERPENGARUH PADA KESUBURAN?

Kista Rahim
Kista ovarium adalah benjolan berisi cairan yang berkembang pada indung telur (ovarium) wanita. Kondisi ini tergolong umum dialami oleh wanita. Kebanyakan kista ovarium tidak berbahaya dan bisa menghilang dengan sendirinya tanpa perawatan khusus.
Masih banyak saja orang awam yang tidak mengerti banyak tentang medis memberika cap pada wanita yang menderita kista ovarium bahwa kista tersebut mempengaruhi kesuburan wanita penderita kista tersebut. Padahal kenyataannya tidak, kista merupakan permasalahan yang bisa diatasi selama kista tersebut belum mencapai ukuran 5cm.

Ada beberapa gejala yang mungkin akan sangat membantu anda untuk mengetahui pada Sakit Kista Rahim ini :

  1. Pembesaran pada bagian perut yang diakibatkan kartena kista akan lebih cenderung tumbuh semakin besar
  2. Marasa keluhan pada bagian pinggang belakangnya
  3. Sering ingin buang air besar atau kecil yang dikarenakan pasa sistem jaringan kista yang terus menerus membesar maka akan menekan pada kandung kemih yang sehingga tidak mampu dalam menampung banyaknya air seni
  4. Jika kista anda sudah pecah saat anda melakukan hubungan seksual penderita yang akan merasa nyeri bertambah bila melakukan aktivitas fisik
  5. Keluhan nyeri ketiak menjelang atau dalam masa haid, ada beberapa penderita atau bahkan ada yang sampai mengalami pingsan karena sakit tidak bisa menahan rasa sakit tersebut
  6. Perubahan pada pola haidnya misalnya penderita akan terlambat pada haid atau pendarahan diantaranya periode haid
  7. Pada keadaan lanjut maka jika kita merabanya maka akan terasa adanya benjolan didaerah perut

Tak Semua Kista Ganggu Kesuburan

Masalah kesuburan pada perempuan sering dikaitkan dengan kista. Bahkan, ada anggapan seseorang yang terkena kista di ovarium (indung telur) akan sulit memiliki anak.

Pendapat itu tidak sepenuhnya benar. Pada umumnya kista bersifat jinak, berukuran kecil, dan tidak berpengaruh terhadap kesuburan. Kista akan membahayakan manakala ukurannya sudah besar.

Seseorang bisa saja hamil, meski ada kista dalam indung telurnya. Lagipula ovarium seorang perempuan ada sepasang. Jika salah satunya terganggu dan tidak berfungsi, masih ada satu lagi sehingga kehamilan masih dapat terjadi.

“Yang lebih tepat, kista, berukuran besar dapat mengganggu kehamilan, bukan kesuburannya,” kata Dr. Caroline.

Kista yang memiliki diameter lebih dari 5 sentimeter dapat melintir pada saat terjadi kehamilan. Akibatnya, kista pecah dan menimbulkan nyeri sangat hebat.

Kista endometriosis mengganggu kesuburan karena secara mekanik dapat mengakibatkan perlengketan-perlengketan. Adanya perlengketan menyebabkan proses ovum pick-up (lepasnya sel telur yang telah matang), sehingga sulit ditangkap fimbriea (ujung tuba falopi). Akibatnya, pembuahan sulit terjadi.

Selain itu, adanya kista endometriosis secara imunologis kesuburan juga terhambat karena timbulnya reaksi-reaksi kekebalan mengganggu fungsi sel telur, sperma, dan embrio secara alami.

Jika dibiarkan, endometriosis akan semakin berat dan umumnya perempuan susah hamil. Dari survei, 40 persen perempuan yang sulit hamil diketahui memiliki endometriosis pada rahimnya.

Untuk itu, diperlukan operasi dengan cara laparoskopi. Setelah dilakukan operasi, 70 persen perempuan dengan endometriosis ringan (stadium 1 dan 2) dapat hamil secara normal. Sebaliknya, endometriosis berat (stadium 3 dan 4) akan sulit untuk hamil secara alami meskipun telah diobati, kecuali dengan cara inseminasi buatan atau bayi tabung.

Kista endometriosis juga dapat mengganggu kehidupan seksual karena akan timbul rasa nyeri pada saat berhubungan intim.

Metode Laparoskopi

Terapi bedah atau operasi bisa dipertimbangkan kista tidak menghilang, berukuran besar, menimbulkan keluhan seperti nyeri perut, nyeri haid, atau gangguan siklus dan infertilitas. Dibandingkan dengan metode konvensional, yakni pasien dibedah dengan sayatan lebar di sekitar perut, laparoskopi merupakan metode terkini (Cold Standard) yang lebih efektif untuk mengangkat kista.

Laparoskopi merupakan teknik pembedahan yang dilakukan dengan membuat dua atau tiga lubang kecil (berdiameter 5-10 milimeter) di sekitar perut pasien. Satu lubang pada pusar digunakan untuk memasukkan alat yang dilengkapi kamera untuk memindahkan gambar dalam rongga perut ke layar monitor, sementara dua lubang lain untuk peralatan bedah yang lain.

Teknik ini disebut juga operasi minimal invasif. Namun, teknik ini tetap mengandung risiko bagi pasien, terutama karena saat melakukan operasi tersebut, dokter yang menangani memerlukan ruang dalam rongga perut, sehingga memerlukan gas karbondioksida (C02) untuk mengembangkan rongga perut.

Jika gas bertekanan tinggi tersebut masuk ke dalam pembuluh darah, bisa menimbulkan risiko yang membahayakan.

Ada yang Hilang Sendiri

Sebenarnya tidak semua kista mengancam jiwa dan menyebabkan kematian. Pada kista fungsional, kista dapat mengecil bahkan menghilang dengan sendirinya.

Namun, beberapa jenis kista dapat berpotensi membesar dan menjadi kanker ovarium. Salah satu tanda kista ovarium menjadi ganas adalah adanya pembesaran kista yang cepat dalam waktu singkat.

Angka kematian akibat kanker ovarium cukup tinggi karena penyakit ini awalnya tanpa gejala dan tidak menimbulkan keluhan. Pada stadium lanjut baru penderita merasakan gejalanya. Itu sebabnya penyakit ini disebut silent killer.

Sayangnya, sampai sekarang belum ada cara deteksi dini yang sederhana untuk memeriksa adanya keganasan kanker ovarium. Berbeda dengan kanker serviks (mulut rahim) yang bisa dideteksi dini dengan pap smear.

Untuk mengetahui kista sejak dini, Dr. Caroline memberi saran melakukan pemeriksaan USG dan pap smear rutin setahun sekali. Dengan pemeriksaan itu wanita bisa mengetahui kesehatan rahimnya. Jika terdeteksi adanya kista, bisa diketahui dengan segera ada tidaknya kemungkinan kista tersebut merupakan neoplasma ganas yang bisa mengakibatkan kanker ovarium.

Penting diketahui bahwa kanker ovarium merupakan kanker nomor tiga penyebab kematian perempuan Indonesia setelah kanker payudara dan kanker mulut rahim.

“Jika terjadi kanker ovarium, ada kemungkinan organ reproduksi seperti indung telur atau rahim harus dibuang, sehingga tidak dapat terjadi kehamilan,” katanya.

Jauhi Makanan Berlemak

Tahukah Anda jika makanan dengan kadar lemak tinggi dapat memicu timbulnya kista? Bagi yang sudah memiliki kista, jauhilah makanan berlemak.

Jika tetap mengonsumsi makanan berlemak dan kurang serat, lemak yang berlebih akan susah dipecah oleh tubuh. Kondisi itu dapat berlanjut pada terjadinya gangguan hormon. Demikian juga dengan pola makan, yang tidak teratur dan mengonsumsi zat-zat tambahan sintetis pada makanan.

Satu jenis makanan lagi yang harus dihindari adalah makanan cepat saji atau fast food. Makanan cepat saji banyak sekali mengandung lemak, apalagi pada sajian fried chicken.

Ayam yang digunakan di restoran cepat saji adalah ayam yang disuntik dengan steroid agar cepat besar, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar. Biasanya suntikan ini dilakukan pada bagian leher atau sayap.

Karena itu, pada dua bagian tubuh ayam inilah terdapat konsentrasi steroid yang paling tinggi. Steroid ini memberikan pengaruh pada tubuh, sehingga cepat pertumbuhannya.

Ketika ayam yang mengandung steroid ini dikonsumsi seorang perempuan, akan berdampak buruk pada, hormonnya, sehingga membuat perempuan tersebut lebih rentan untuk terkena kista rahim.

“Untuk itu, jauhi makanan berlemak karena dapat membuat kista membesar. Kista seperti dipupuk dengan lemak tersebut, sehingga perkembangannya semakin cepat,” ungkap Dr. Caroline.

Cara Mencegah Penyakit Kista Rahim

Mahkota dewa

Daun serta buahnya pun sangat baik kita konsumsi untuk menyembuhkan bagi yang sedang mengalami Sakit Kista Rahim karena dari kedua bahan tersebut yang ada didalam mahkota sangatlah baik untuk tubuh.

Olahraga

Jika salam asupan sudah anda jaga dengan baik, maka langkah baiknya lagi untuk mencegah dari Sakit Kista Rahim ini dengan banyak melakukan olahraga, dengan melakukan olahraga yang teratur maka akan mengurangi dari adanya masalah penyakit kista ovarium sendiri.

Perawatan vagina

Untuk melakukan pencegahan dari Sakit Kista Rahim yang bisa kita lakukan untuk selalu menjaga dan melakukan perawatan vagina dengan baik KLIK DISINI



Itulah artikel tentang kista rahim dan beberapa cara menanganinya, semoga bermanfaat dan semoga yang sedang menderita penyakit ini diberikan kesabaran dan kekuatan. segala penyakit yang diiturunkan selalu berbarengan dengan obatnya, dan Kista adalah permasalahan yang lebih akrab dengan wanita. Dan bagi siapapun yang sedang menderita kista rahim semoga segera diberikan kesembuhan,,Aamiin

Salam sehat ✌☺


@dariberbagaisumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar