AKU RELA DIPENJARA ASALKAN BERSAMA BUKU, KARENA DENGAN BUKU AKU BEBAS "MOHAMMAD HATTA"

Jumat, 17 Maret 2017

KESEMUTAN DAN PENYEBABNYA

Hampir setiap orang pernah mengalami sensasi menggelitik dan menusuk yang datang tiba-tiba di tangan atau kaki. Kita umum menyebutnya dengan “kesemutan”, karena sensasi yang dirasakan layaknya digerayangi ratusan semut di bawah kulit.
Kulit Anda mungkin terasa sedikit kebas (mati rasa), seolah Anda tidak bisa merasakan sensasi apapun selain rasa menggelitik dan gatal yang mengganggu — bagaikan ditusuk-tusuk jarum kecil. Ketika kaki Anda kesemutan, bahkan untuk menumpukan sedikit saja berat badan di kaki akan terasa menyengsarakan. Memang tidak sampai terasa sakit minta ampun, tapi rasanya lumayan tidak nyaman juga. Anehnya, hanya dengan menggoyang-goyangkan kaki sebentar saja, sensasi kesemutan ini akan perlahan menghilang.
kesemutan

Mungkin Anda pernah merasakan kaki kesemutan saat duduk, bersila terlalu lama, atau ketika kaki tertindih, kesemutan yang seperti ini adalah normal karena tekanan yang terjadi pada saraf dan pembuluh darah, sehingga apabila kaki kembali diluruskan dan tekanan hilang maka kesemutan pun akan segera menghilang.

Apa itu kesemutan?

Kesemutan adalah kondisi yang Anda alami saat tangan atau kaki menerima tumpuan tekanan berat dalam waktu yang cukup lama. Dalam dunia medis, kesemutan disebut dengan paresthesia. Rasa kebas dan menggelitik yang tidak nyaman ini biasanya terjadi di bagian-bagian tubuh yang rutin digunakan dalam kegiatan sehari-hari, misalnya kaki, lengan, atau tangan (berlutut terlalu lama, duduk bersila, atau tidur bersedekap).
kesemutan

Tubuh manusia memiliki miliaran saraf yang berfungsi sebagai jalur komunikasi dari otak ke seluruh tubuh. Saraf perifer tubuh mengirim informasi kembali ke otak dan sumsum tulang belakang. Saat tangan atau kaki menerima begitu banyak tekanan, saraf-saraf yang menjalar di dalamnya akan terjepit. Sementara itu, tekanan tersebut juga akan menghimpit pembuluh darah yang menyokong kerja kumpulan saraf tersebut.

Saraf yang terjepit akan menyebabkan otak Anda kekurangan informasi yang diharapkan datang dari kumpulan saraf ini, dan saraf-saraf ini sendiri tidak bisa menerima darah dan oksigen yang mereka butuhkan dari jantung Anda — yang berarti pesan sensorik saraf akan terblokir. Pada akhirnya, anggota tubuh yang bermasalah ini akan “mati rasa”.

Kesemutan sebenarnya terjadi dalam tiga tahap, yaitu :
tahap kesemutan
Pertama, dalam satu-dua menit setelah tangan atau kaki menerima tekanan berat, bahkan bisa berlangsung hingga empat menit, adalah sensasi yang disebut sebagai “kompresi menggelitik”, sensasi yang digambarkan seperti luapan busa minuman soda yang terasa samar, atau seperti berdengung.

Tahap kedua, biasanya dimulai sepuluh menit setelahnya, disebut dengan “mati rasa”. Sensasi kebas ini akan berlangsung selama tekanan pada saraf dan pembuluh darah kaki masih berlangsung. Akhirnya, setelah tekanan diangkat, tahap ketiga mulai mengambil alih proses ini: kesemutan.

Di tahap terakhir yang kita semua sudah sangat akrab dengan sensasinya — tusukan yang menggelitik dan geli mengganggu — kaki akan berfungsi normal seperti sedia kala. Sensasi kesemutan ini disebabkan oleh proses saraf perifer yang kembali bekerja untuk mengirimkan pesan rasa sakit ke otak. Kumpulan saraf lain, seperti saraf yang berfungsi mengatur suhu tubuh, akan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.

Nah, Kebanyakan kita menganggap remeh kesemutan karena kesemutan biasanya dengan mudah mereda dalam hitungan detik. Akan tetapi, jika kaki sering kesemutan tanpa adanya sebab seperti di atas, maka kita jangan menganggap itu suatu yang normal karena ada penyakit-penyakit atau kondisi medis yang menjadi penyebabnya.

Dalam hal ini kita juga harus mengamati bagian kaki mana yang sering kesemutan, apakah kedua kaki atau salah satu, apakah di ujung jari-jari, telapak kaki, jempol kaki dan lain-lain serta gejala apa yang menyertainya misalnya disertai rasa sakit dari paha sampai kaki, rasa kebas, atau kelemahan pada kaki. Informasi ini sangat berharga bagi dokter untuk menegakkan diagnosis kaki kesemutan yang Anda alami.

Penyebab Kaki Kesemutan dan Cara Mengatasinya

Sebelum pergi ke dokter,,yuk kita intip, penyakit apa saja yang dapat menyebabkan kaki sering kesemutan (kesemutan kronis yang berlangsung lama). Mungkin hampir sama dengan kesemutan pada tangan.

Diabetes
diabetes

Biasanya kesemutan pada kedua kaki, ujung-ujung jari. Disertai dengan gejala diabates seperti sering buang air kecil, terutama malam hari saat tidur, sering merasa haus, sering merasa lapar, banyak makan tapi badan lemas. Diabetes bisa menjadi penyebab kaki kesemutan karena gula darah yang tinggi dapat merusak saraf-saraf tepi. Untuk mengetahui kita harus melakukan pemeriksaan gula darah.

Untuk mengatasi kesemutan akibat diabetes ini, maka gula darah harus terkontrol agar selalu berada pada level normal dengan obat-obatan yang diberikan dokter, disamping itu harus rajin olah raga seperti senam diabetes, serta suplementasi vitamin neurotropik

Saraf Terjepit
saraf terjepit

Kesemutan akibat saraf terjepit terjadi pada salah satu kaki atau bagian kaki tertentu sesuai saraf mana yang terjepit. Contohnya pada sciaticaa, dimana terjadi jepitan pada saraf sciatic yang membentang dari pinggul hingga tungkai kaki. Sebagai akibatnya daerah yang dipersarafi itu tadi mengalami kesemutan, rasa kebas atau baal, serta nyeri yang luar biasa pada pinggul hingga kaki. Untuk mengatasi kesemutan akibat saraf terjepit ini maka perlu berobat ke dokter, terapi berupa obat-obatan, fisioterapi, bahkan operasi sesuai dengan kasus yang pasien alami.

Malnutrisi
malnutrisi

Gejala kaki kesemutan yang disebabkan oleh malnutrisi yaitu kesemutan pada kedua kaki, tapi tidak ada gejala diabetes seperti telah disebutkan sebelumnya. Yang dimaksud dengan malnutrisi disini yaitu kekurangan vitamin B, terutama B1, B6, dan B12. Solusi mengatasinya yaitu dengan suplementasi vitamin kompleks (B1, B6, dan B12).

Multiple sclerosis
Add caption

Penyakit yang mempengaruhi otak dan sumsum tulang belakang menyebabkan kelemahan, koordinasi, kesulitan keseimbangan, dan masalah lain. periksakan ke dokter saraf.

Penyakit Peripheral arteri
Peripheral artery disease (PAD)

Peripheral artery disease (PAD), juga disebut sebagai penyakit pembuluh darah perifer, atau PVD, yang merupakan penyempitan atau penyumbatan arteri akibat penumpukan lemak dan kolesterol di dinding pembuluh darah arteri, sebagai akibatnya aliran darah ke kaki tidak lancar bahkan terhambat sehingga saraf kakurangan oksigen dan nutrisi, maka timbullah kesemutan pada kaki.

Herpes zoster
 Herpes zoster
Reaktivasi virus varicella-zoster, pertama-tama muncul gejala kesemutan disertai rasa sakit pada daerah tertentu kemudian muncul ruam dan lepuhan pada kulit. Untuk mengatasinya perlu obat antinyeri dan anti virus yang diresepkan oleh dokter.

Alkohol
konsumsi alkohol yang berlebihan 

konsumsi alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan saraf yang ditandai dengan kesemutan

Efek samping obat
 efek samping obat 

Penyebab kaki kesemutan lainnya yaitu efek samping obat seperti kemoterapi, obat HIV, antibiotik metronidazol atau obat pencegah kejang (antikonvulsan).

Penyebab Kaki kesemutan yang serius

Dalam beberapa kasus, kaki kesemutan dapat disebabkan oleh kondisi serius atau yang mengancam nyawa yang harus dievaluasi segera dalam kondisi darurat. Ini termasuk: Stroke dan Transient ischemic attack (gejala seperti stroke yang sementara, bisa menjadi tanda peringatan bahwa akan terjadi stroke).

Kapan Harus ke dokter?

Segera pergilah ke unit gawat darurat, jika tiba-tiba kaki kesemutan disertai dengan mati rasa atau kelemahan pada satu sisi tubuh; kesadaran menurun, seperti pingsan atau tidak ada respon; atau sakit kepala yang begitu hebat, karena kondisi seperti ini bisa menjadi tanda-tanda stroke. Periksakan ke dokter jika kaki sering kesemutan apalagi disertai dengan gejala-gejala yang telah disebutkan seperti di atas. Hal ini penting untuk menegakkan diagnosis dan terapi yang sesuai.

kesemutan bisa jadi awal dari suatu yang fatal

Nah, itu dia tadi sedikit informasi tentang kesemutan yang selama ini kita alami, dan mungkin masih penasaran kenapa kesemutan itu terjadi. bagi anda yang mengalami gejala berlebihan alangkah baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter, karena mencegah lebih baik dari pada mengobati. NEXT

sekian terimakasih, salam sehat

@dariberbagaisumber


Tidak ada komentar:

Posting Komentar