AKU RELA DIPENJARA ASALKAN BERSAMA BUKU, KARENA DENGAN BUKU AKU BEBAS "MOHAMMAD HATTA"

Sabtu, 15 Januari 2011

“ Tunas Bangsa yang Terabaikan “

Puaannaaaazzzzzz… beuuhhh, inilah cuaca yang bikin malez buat kemana – mana, maunya yaa dirumah ajha angkat – angkat kaki nnton TV sambil ngemil yang ringan – ringan gitu. Tapi mo gimana lagi, aku harus tetep jalan dan berjalan menuju sebuah tempat yang bisa genterin aku naik bus menuju sebuah tempat (tempatnya rahasia doung).
Tiba – tiba nada sms HP ku bunyi, kubaca sebuah informasi penting dan menyenangkan, bahwa aku gak usah pergi hari ini “besok ajhaah” gitu kata smsnya. Mmmmhhhh, senangnya hatiku. Aku pun mulai mangurangi

Kamis, 13 Januari 2011

“ SAHABAT “

Malam ini aku terbangun dan spontan duduk dan tersender lemah kekepala tempat tidurku karna aku merasa pusing setelah terbangun kaget. Kulihat jam didinding kamarku tepatnya didinding yang berhadapan denganku diatas pintu masuk kamarku, jarum jam menunjukan waktu dini, jam 02.15 wib. Otakku perlahan merechall kembali kejadian 3 jam yang lalu sebelum aku tertidur lelap dan bermimpi ketemu pangeran kodok “Lebay.com”, hehehe. 4 jam yang lalu aku menangis karna terbawa perasaan saat menyaksikan kembali

Selasa, 11 Januari 2011

KETAKUTANKU T_T

Ya Allah,

Betapa takutnya aku membayangkan ketika datang waktu itu…

Ketika berdiri sesosok yang akan mengatakan hari akhirku..

Ya Allah..

Akupun takut ketika aku sudah tak mampu mandi dan berwudhu’ sendiri….

Mereka membantuku sambil meratapi jasad kosongku..

Ya Allah..

Aku semakin takut..

ketika sekumpulan orang – orang berbondong -bondong mengantarkan aku ke tempat yang jauh dan memisahkan aku dari mereka…

ya Allah..

ketakutanku semakin terasa saat kuterbayang beberapa orang memasukan aku ke lobang yang sempit dan kelam…

kemudian menutupnya dengan sebilah papan, dan kemudian menimbun aku dengan tanah…

ya Allah..

rasa takutku semakin hebat ketika terbayang orang – orang itu pergi dan meninggalkanku sendirian..

mereka pergi dan tak menoleh lagi ke makamku….

Aku takut ya Allah.. aku sungguh – sungguh takut…

Tapi taukah Engkau ya Allah,, apa yang lebih aku takutkan??

Aku lebih takut disaat malaikatmu datang dan menanyakan perantauanku didunia..

Aku takut kalau – kalau pahalaku tak cukup untuk menyelamatkanku dari siksaan..

Maka ya Allah,,, aku mohon dengan sangat ampunkanlah semua dosa dan khilafku..

Jangan biarkan aku berbuat kesalahan lebih jauh..

Sehingga disaat tiba waktuku aku bisa tersenyum menghadapmu tanpa dihantui rasa takutku….

AYAH TERBAIK & TERHEBAT

Hariku terus berlari berkejaran dengan masa lalu yang seolah tak sanggup tuk ku tinggalkan, apa mungkin hari esok masih ada aku yang seperti saat ini masih ingin melindungi dan menyayanginya sepenuh hati dengan semua rasaku yang terdalam. Karna bagiku gelap tak berarti apa-apa jika memang aku harus mencarinya yang tersesat didalam hutan yang liar, hujan badai bukan apa-apa jika memang aku harus mengantarkan payung untuknya yang terkepung dalam kedinginan, dan matahari yang membakarpun bukanlah masalah jika memang aku harus pergi mengantarkan minum pelepas dahaga saat beliau membanting tulang disawah.
Tak sanggup air mata ini kutahan ketika kulihat seorang bapak tua berhenti mencuci kaki dipinggir sungai, tiba – tiba ku jadi teringat ayahku yang begitu kusayang. Hampir aku menjerit sakit saat kuingat betapa berat beban dipunggung yang beliau pikul, hampir kakiku tersentak dan patah saat kuterbayang betapa jauh kakinya harus melangkah dari ladang bukit kerumah, dan betapa banyak keringat yang dikeluarkan saat beliau harus berpanas-panas memikul beban yang sudah tak disanggupi lagi oleh tulang punggungnya yang mulai rapuh.
Namun, tak pernah kulihat beliau mengeluh, meronta dan marah meminta pertolongan. Tapi apa yang harus aku lakukan ketika melihat beliau kelelahan??, hanya secangkir teh yang bisa aku tawarkan dan berusaha menahan kesedihanku yang mendalam. Dalam hati aku slalu risau dan mendoakan kesehatannya sambil memintakan segudang harapan agar suatu hari aku punya kesempatan untuk memberikan yang terbaik untuknya, untuk membuat keringat dan tenaganya tak sia-sia.
Oh tuhan, dialah ayahku, seorang manusia kebanggaanku, berhati mulia, slalu sabar dan membibimbing kami sekuatnya, menafkahi kami dengan semua usaha apapun yang bisa dilakukannya, yang mencemaskan keadaan kami tanpa hirau keadaannya, yang menangisi kepergian kami meskipun air matanya tidak keluar, dan yang bersedih dengan kegagalan kami tapi tetap memberikan dukungan yang kuat. Oh tuhan, terima kasih untuk ayah terbaik dan terhebat yang telah engkau berikan. Dialah ayah yang tak akan pernah tergantikan dengan mahkota manapun didunia ini. Kebahagiaannya adalah cita-citaku…

Gubuk Tua

Gubuk itu tampak lapuk dan tua, ukuranya tampak begitu sempit, lebih kurang 3 x 4 m2,, hanya terdiri dari 1 petak tanpa pembata5, kain berserakan, terbentang tikar lusuh, atap yang bocor dari plastik dan krsek hitam yang bergelayut menutupi lobang kecil dekat ventlasi bobrok disamping pintu depan yang menunggu roboh. disanalah keluarga kecil itu tidur bersama, makan bersama, dan bahkan sebagai tempat mereka menerima tamu,, tepat dibelakangnya menempel beberapa patahan bambu yang membentuk ruang kecil dan pengap, disanalah mereka sesekali memasak, ada pecah belah yang tak layak pakai disana.. Bau debu dan amis yang menyengat hidung tak tanggung..
Didepan rumah tua itu tampak seorang ibu yang tengah memeluk anaknya yang sedang menangis karena belum makan dari pagi, kakaknya yang sedang main tali membantu ibunya membujuk sang adik, ibu terus menjanjikan kalau ayah akan datang membawakan makanan yang banyka dan enak.. Adik kecil itu tertidur dengan perut kosong dengan wajah yang letih, bajunnya yang lusuh dan kotor membuatnya tampak kumal..si ibu terus bernyanyi pelan mengntarkan anaknya pergi jauh kedunia mimpi, berharap tidak akan terbangun menjelang ayahnya pulang dan membawa sebungkus nasi untuk dimakan bersama..
Oh tuhan, tak mampu air mata ini ku sembunyikan, aku sungguh tak pernah tau rasa lapar selain bulan puasa,, ternyata masih banyak yang belum beruntung dariku..
Ampunkan aku kalau sering lupa bersyukur dengan nikmatmu,,
thankz god

aku

aku,,, hanya ingin berada ditempat dimana aku bisa bebas mengukapkan pendapatku,, berlari mengejar semua apa yang ku mau, siapapun tak boleh ada yang menghalangiku,, ku ingin ditempat dimana aku bisa tenang dengan alunan-alunan syahdu,aku ingin berjalan sejalan dengan pikiranku, menerawang menentukan arah dan tujuan, aku tak ingin disini dimana aku diikat, dibentuk dan ditentukan,, aku seolah berada dalam orang lain dan tak mengenali diriku sendiri, tapi aku tak sanggup berkhianat dengan keputusanu sendiri, siapapun asalkan orang lain masih sanggup untukku bantah, tapi tidak mereka yang katanya menyayangiku,,, aku ingin pergi,, aku ingin ketempat dimana aku bisa mengenal orang-orang baru setiap hari, berbeda activty dan berjalan kearah yang ditentukan otakku,, aku tak dapat melakukan kegiatan - kegiatan yang menimbulkan rasa bosanku,, AKU, ingin bebas berkarya, tak peduli orang - orang menertawakanku, ingin bebas berpendapat, tak peduli orang - orang membantahku, ingin bebsa menentukan jalan hidupku,, tak peduli orang - orang meremehkanku, karena ku yakin aku bisa,, mungkin aku bukan seorang mutiara bangsa, tapi aku ingin menjadi mutiara untuk diriku sendiri dan orang-orang yang aku sayangi,, mungkin aku bukan aparat negara, tapi aku ingin jadi pelindung untuk diriku sendiri dan orang-orang yang aku sayangi, mungkin aku bukanlah jutawan, tapi aku ingin buat orang - orang disekelilinq tetap tersenyum sumbringah, dan mungkin aku bukanlah malaikat,, tapi aku akan terus berusaha jadi yang terbaik untuk diriku dan orang lain,,,, aku ingin ada untuk dunia ini,, walaupun aku hanya sebatang pohon, tapi aku akan terus melindungi... dan aku terus akan menjadi seperti burung yang tiap pagi saat au terbangun maka aku akan mencari dunia baru tuk aku jelajahi, aku akan bersiul meneriakan kebebasanku,,,,,,,,,