AKU RELA DIPENJARA ASALKAN BERSAMA BUKU, KARENA DENGAN BUKU AKU BEBAS "MOHAMMAD HATTA"

Sabtu, 01 Maret 2014

Belajar Bersepeda

Belajar Bersepeda
Apakah temen-temen pada ingat kapan temen-temen pertama kali naik sepeda?, berawal dari naik sepeda alias sekedar numpang, diboncengin dibelakang atau di boncengin di depan, akhirnya temen-temen jadi ngebet pengen bisa bersepeda sendiri?. Nah ini nih, pertama kali aku naik sepeda itu pake sepeda yang roda belakangnya di kasi roda bantu kiri kanan, aku belajar mati-matian menyeimbangkan kedua Roda bantu supaya nantinya bisa dilepas, artinya aku harus bisa bawa sepeda tanpa roda bantu.

sekarang permasalahannya, dengan roda bantu ternyata aku gak bisa-bisa, padahal letak roda bantu ini lebih tinggi beberapa cm dari roda utama. Alhasil, aku harus rela bawa sepeda itu dengan tubuh miring mengikuti roda bantu. semua temen-temen mengejekku. masa udah kelas 3 SD gak bisa bawa sepeda? kami aja bisa bawa sepeda dengan sebelah tangan, dengan lepas pegangan kedua tangan, malahan bisa sambil tutup mata,, temen-temenku bilang gitu.
akhirnya, kutinggalkan sepeda beroda bantu kepunyaanku, kuputuskan untuk meminjam sepeda temanku, karena roda bantu sepedaku belom boleh di lepas, mau tak mau aku harus minjem sepeda temen sebelah rumah. dia mengajarkanku tanpa roda bantu, sedikit demi sedikit aku mulai bisa. hasilnya memuaskan, dalam 3 hari aku bisa bersepeda dengna baik. dan aku pun membuka roda bantu sepedaku, aku dapat izin membukanya karena aku sudah bisa bersepeda.
mengingat ejekan teman-temanku, aku pun mulai belajar bersepeda dengan sebelah tangan, awalnya sih gugup, tapi akhirnya aku terbiasa. sukses sebelah tangan, aku pun melatih lagi keseimbangan ku dengan belajar bersepeda dengan melepas ke dua tanganku, hasilnya lumayan, aku bisa seperti temen-temen yang mengejekku, aku tak takut lagi kalau mereka mengejekku, karna aku bisa buktikan kalau aku pun sanggup seperti mereka.
sekarang permasalahannya, aku pun harus bisa bersepeda dengan menutup mata, sebenarnya hal ini hanya menggunakan felling dan harus hapal jalur yang akan kita lalui, inilah tantangan dari teman-temanku berikutnya, aku harus bisa, itu tekatku. diam0diam aku melatih pendengaranku, melatih ingatan menghapal jalan sepanjang pemukiman tempat tinggalku, karna kami hanya boleh bersepeda di jalur ini. hasilnya, woow, Amazing, aku bisaa, selasa itu adalah hari nya pasar tradisional di daerahku, kami memutuskan untuk lomba sepeda dengan mata terpejam di hari selasa itu. di mulai dari simpang masuk rumah kami. staar, kami pun mulai melaju dengan mata terpejam, tidak ditutup kain, karna itu akan buat warga yang melihatnya marah, akhirnya kami pakai point kejujuran, maklum, anak kecil kan lebih jujur, 500 meter pertama kami lalui dengan sangat baik tapi meter berikutnya saat kami harus melaju di tikungan sebuah mobil lewat di belakang kami, kami harus pinggir ke kanan, alhasil, karena di kanan adalah lahan sawah, aku dan teman-temanku harus rela mencebur ke dalam sawah, 5 sepeda menumpuk di pinggir sawah,badan kami berlumur lumpur sawah yang baru di bajak, dan aku harus ikhlaskan luka di puncak hidungku yang hingga kini aku tak tau luka kena sepeda siapa. aku, harus rela, hidungku membengkak dan kesakitan hingga ujian naik kelas 4. bahkan sampai sekrang bekas luka itu masih keliatan. perjuangan yang luar biasa. begibilah hidup seharusnya, menjadikan segala ejekan itu tantangan untuk kita berhasil, luka apapun yang akan terjadi, setidaknya itu cukup jadi pengingat betapa besar usaha kita selama ini. #truestory

Tidak ada komentar:

Posting Komentar