AKU RELA DIPENJARA ASALKAN BERSAMA BUKU, KARENA DENGAN BUKU AKU BEBAS "MOHAMMAD HATTA"

Selasa, 04 Maret 2014

Bagaimana pendapatmu tentang saudara – saudaramu?



Sejenak aku membayangkan semua abang – abangku dan dua orang adikku,,
Saudara, saudara bukan berarati dia yang satu orang tua dengan kita, saudara adalah semua orang yang terdapat dimuka bumi ini, ini menurutku. Kita  tak perlu membedakan dia adalah orang batak, dia jawa, dia minang, dia bule, dia hindi, dia kristiani,, karena bagiku siapapun adalah saudara.
Tentang saudara kandungku.. aku hanya memiliki saudara
laki – laki, sebagian besar adalah laki – laki, dan punya satu orang adik perempuan yaitu saudara terbungsuku. Tentu saja aku menyayangi mereka, walau kami pernah saling menyakiti, saling mencaci, saling memaki dan sering berkelahi, tapi sesungguhnya kami adalah satu. Tumbuh dirahim yang sama, dibesarkan dan dinafkahi oleh orang yang sama, tinggal dirumah yang sama, dan kami memiliki tuhan yang sama, Allah Swt.
Tak sedikitpun aku membedakan salah satu diantara mereka, membedakan yang termiskin dengan yang terkaya, yang terjelek dengan yang tertampan, yang terbaik dengan yang paling sering memarahiku, yang paling suka nyuruh dengan yang mau berusaha sendiri. Bagiku mereka adalah abang – abangku yang memiliki posisi sama dihatiku,, dan posisi sama juga untuk kedua adikku.
Kadang kufikir, kapan aku bisa buktikan pada mereka kalau aku akan jadi adik kebanggan mereka, ingin sekali kuhapus curiga dan takut tentangku dihati mereka. Sering kali mereka marah dan suuzon dengan kegiatanku, sementara aku slalu berusaha untuk tidak membuat mereka kecewa.
Aku ingat betul semua nasehat yang mereka sampaikan padaku, baik langsung maupun tidak langsung. Meskipun kadang aku merasa kecewa karna tidak dapat bebas menikmati masa mudaku karna mereka slalu mengekang langkahku bahkan menahanku saat aku ingin pergi belajar kerumah temanku. Aku hanya boleh dirumah dan dirumah, hilang satu menit saja dari rumah aku langsung dicari dan ditelpon kemana – mana. Mereka tak ingin aku kenapa – kenapa, mereka hanya ingin yang terbaik untukku, menemukan jodoh terbaik yang bisa menjaga dan menyayangiku seperti saudara – saudaraku itu menjaga dan menyayangiku, yang bisa menerima aku seutuhnya dan keluargaku, yang akan jadi semangat hidupku. Aku bersyukur dengan apa yang aku miliki, bersyukur memiliki abang  -abang terbaik dalam hijrah hidupku didunia ini, tak pernah aku menyesal dititipkan dalam keluarga ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar