AKU RELA DIPENJARA ASALKAN BERSAMA BUKU, KARENA DENGAN BUKU AKU BEBAS "MOHAMMAD HATTA"

Senin, 24 Februari 2014

Pernah Gagal


Bukittinggi. 16 mei 2010

Aku lebih sedih ketika tak mampu buat orang tuaku tersenyum bangga, aku lebih baik dihina seribu orang dari pada tak mampu buat dia tersenyum.
Aku tak mampu melihat kerutan dikeningnya yang mulai bisa kuhitung, aku tak kuat melihat tulangnya yang mulai rapuh, aku hanya ingin slalu bisa buatnya tertawa dengan ceritaku, bahkan hampir
mati kesakitanpun takkan kuceritakan, karna kutak ingin mereka meneteskan air mata untukku. Air mata yang ingin keluarpun harus kutahan agar mereka tak tau kalau sebenarnya aku ingin menangis karna berbagai masalah dan rasa takut.
Aku takut pulang karna tak mampu saat menyadari usia mereka semakin hari semakin berkurang, untuk membayangkan mereka tak adapun aku tak mampu, bagaimana kalau mereka bener2 tak ada.
Saat pulang dan dipeluknya saat aku tertidur, saat aku sakit aku tak ingin pergi meninggalkan rumah, karna tak mau mereka terlalu kuatir dengan keadaanku. Saat aku pergi mereka tersenyum seolah tak ada beban apa2, saat aku terasa semakin jauh mereka saling bercerita betapa berartinya aku untuk mereka, saat aku mengajak mereka makan, saat mereka membangunkanku untuk shalat subuh, saat aku menangis menceritakan apa yang tak lagi bisa kutahan, saat mereka juga ikut menangis bersamaku, saat mereka tetap support kegagalanku, saat  mereka tetap mengingatkanku untuk tetap bersyukur dengan semua takdir tuhan untukku, saat mereka menagajarkanku untuk tidak memelihara sifat dendam. Dan saat mereka berkata “apapun anak-anak kami, mereka tetap yang terbaik bagi kami, dan tak ada dosa dari kami untuk mereka”,, kami bangga jadi anak dari orang tua yang sangat mencintai anak-ananknya..
Sampai aku harus berangkat dan pergi meninggalkan rumah mereka tetap hal terpenting yang membuatku ragu untuk melangkah meninggalkan rumah,, oh tuhan bilakah waktu untukku bisa memberi mereka kebahagiaan dan mewujudkan impian yang selama ini mereka tunda demi kami anak-anaknya,, jangan biarkan aku memiliki hati yang rela meninggalkan mereka demi kebahagiaanku sendiri…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar